oleh

Walikota Bekasi Kebingungan Disomasi Gara-Gara Tender Proyek Rp 61, 84 M Diduga Curang

-Bekasi-209 views

Transparan News, Kota Bekasi – Walikota Bekasi Rahmat Efendy mengatakan,  “ gimana ceritanya lelang di Dinas PUPR kok Walikota yang disomasi, memangnya  Walikota Pengguna Anggaran …. aneh-aneh aja!”  ketika dihubungi Kamis (24/08/17), klarifikasi pembertiaan :  Lelang Proyek Rp 61,84 M Dinas PUPR Kota Bekasi, Walikota di Somasi, 23 agustus lalu dimedia ini.

Menanggapi hal itu Lambok Lumban Gool, SH kuasa hukum dari PT Faustine Brantas Berkarya mengatakan, “ boleh-boleh saja beliau mengatakan seperti itu.

“Akan tetapi sebagai seorang Walikota harusnya memahami UU No 30 Tahun 2014 Tentang Adminsitrasi Pemerintahan,  Pasal 44 : (1) Warga Masyarakat berhak melaporkan atau memberikan keterangan adanya dugaan Konflik Kepentingan Pejabat Pemerintahan dalam menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan;  (2) Laporan atau keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Atasan Pejabat yang menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan dengan mencantumkan identitas jelas pelapor dan melampirkan buktibukti terkait.

Emang …….  Walikota buakan atasan pejabat? Dan juga didalam Perpres 54 Tahun 2010 juga jelas diatur dalam pasal-pasal sanggah lelang atau pengaduan. Jadi kita buat Surat Pengaduan dan Somasi itu, ada dasar hukumnya!” katanya ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Jumat (25/8/17)

Ketika didesak,  apa saja dugaan kecurangan lelang tersebut, Pengacara itu hanya menjawab singkat, “ yah … pada intinya permasalahan di syarat-syarat lelanglah,  itu saja dulu ya. Nantilah dipengadilan akan kita buka semuanya.” katanya mengelak.

Proyek Pelebaran Jalan Pasar Rebo-Komsen Jatiasih (Bantuan DKI) yang dimenangkan oleh PT. Lagoa Nusantara senilai RP. 61.84 M  itu, menjadi sorotan masyarakat Kota Bekasi terutama dikalangan media pers dan LSM. Pasalnya proyek tersebut adalah proyek terbesar Kota Bekasi sepanjang tahun 2017 ini.

Mega proyek itu dimenangkan perusahaan yang sudah sering mendapatkan proyek di Kota Bekasi. Santer kabar beredar, perusahaan pemenang adalah perusahaan hanya pinjam bendera.

“Jadi sudah rahasia umumlah permainan itu pasti ada, bisa dibilang termasuk dedengkotnya kontraktor Kota Bekasi. Apalagi ini tahun politik, pasti mempersiapkan ongkoslah untuk persiapan Pilkada tahun depan”, kata seorang rekanan (indentitas tidak mau disebut) menanggapi. *** (Saut Manullang)

Komentar