oleh

Lambatnya Musda Golkar Kabupaten Bekasi, Dikawatirkan Gagal Memenangkan Pemilu Legislatif

TransparanNews, KABUPATEN BEKASI – Proses Verifikasi terkait PK Partai Golkar, Ormas sayap Partai Golkar, dan Ormas pendiri Partai Golkar Kabupaten Bekasi yang sudah dirilis oleh Mahkamah Partai dan diakui keabsahannya, adalah preseden yang sangat baik. Bermula dari langkah awal yang baik ini hendaknya dapat segera ditindaklanjuti dengan menggelar perhelatan Musdalub Partai Golkar 2022 untuk memilih Ketua Definitif DPD Partai Golkar di Kabupaten Bekasi, ujar” H.Yaman Edie Bair menyampaikan ke awak media, selepas menunaikan Ibadah Sholat Jumat (13-05-2022).

Awak media sengaja menyambangi kediaman Rumah Tokoh Golkar Bekasi ini untuk mendapatkan Informasi dan respon terkait kapan pelaksanaan Musdalub DPD Partai Golkar Bakal Digelar.

Menurut H.Yaman Edie Bair, momentum untuk segera digelarnya Musdalub Partai Golkar sudah pas waktunya, jangan di ulur-ulur lagi, kita harus bergerak cepat, mengingat tahun Politik 2024 sudah semakin dekat. Ada tugas berat yang diemban oleh Ketua DPD partai Golkar kabupaten Bekasi Kedepan, salah satu yang dianggap berat menurut Tokoh Golkar Bekasi ini adalah memenangkan Pemilu Legislatif yang saat ini di kabupaten Bekasi hanya mendapatkan 7 kursi saja. Saya khawatir Trend ini semakin menurun jika internal partai, terutama mesin Partai, tidak segera cepat-cepat berbenah diri.

Tujuan dihadirkannya PLT DPD Partai Golkar di kabupaten Bekasi, salah satunya adalah sebagai pelaksana tugas dan mandataris Partai. diberikan tugas dan tanggungjawab oleh PO Partai Golkar melalui DPD Partai Golkar Provinsi untuk segera melaksanakan Musdalub Partai Golkar di Kabupaten Bekasi

Menurutnya” PLT sebagai instrumen yang bisa melaksanakan dan menghantarkan Musdalub dengan cepat, agar secepatnya terpilih ketua DPD Partai Golkar Definitif. dan masih menurut H.Yaman Edie Bair, harus nya pasca penetapan PLT, langsung di dorong kearah pelaksanaan Musdalub, oleh seluruh kader dan Fungsionaris Partai, kita hindari peta konflik. Saya bersama Pak.Wikanda dan Pak.KH.Iif Bustomi selalu mengingatkan hal tesebut berulang-ulang, pada setiap kesempatan bertemu dengan kader dan fungsionaris Partai Golkar lainnya”pungkasnya

saya meyakini dan seyakin-yakinnya, bahwa tidak akan terjadi Dispute atau turbulensi yang bisa menyebabkan pelaksanaan Musda kembali molor dan berlarut-larut.

Sekalipun ada resistensi nya ,tidak akan menggangu perhelatan Musdalub. Kini sudah saat nya kita harus segera Mengakhiri Dispute yang tidak mendasar. Tanggung jawab kita saat ini sebagai Kader dan Fungsionaris Partai Golkar DPD kabupaten Bekasi adalah menjalankan Rekomendasi yang mengikat, yang harus kita sukseskan, yaitu amanat dari Hasil MUNAS X Partai Golkar.

Sementara dalam swatantranews.com Tokoh Senior Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Pak.Wikanda, yang juga Mantan Bupati Kabupaten Bekasi (1998-2003). Beliau sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi dalam rumah besar Partai Golkar Kab.bekasi saat ini. Pasalnya, para pengurus partai berlambang pohon beringin ini masing-masing saling mengedepankan Ambigu Personal, ingin menonjolkan diri dan seolah-olah saling berebutan eksistensi dirinya tanpa melihat masa depan partai Golkar kedepan.”pungkasnya. terlihat tidak ada kekompakan yang menyatu, dan kurang peduli dengan senior golkar terdahulu.

“Padahal pada periode 1993-1997, kepengurusan Partai Golkar di Kabupaten Bekasi sangat kompak. Bahkan mampu mengungguli partai-partai lainnya,” Kata Wikanda Darmawijaya, mantan Ketua Golkar Kabupaten Bekasi periode 1993-1997 di Bekasi, Kamis (13/5/2022)

sekarang ini, dirinya sangat merindukan kejayaan partai yang pernah membesarkan namanya ini.

“Saya sangat merindukan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Bekasi,” tandasnya.

Dikatakan Pak Wi, sapaan senior Golkar era 90 an, Pada saat kepemimpinan dirinya, para pengurus Golkar di Kabupaten Bekasi sangat kompak, mulai dari tingkat desa maupun kelurahan, kecamatan, sampai kabupaten.

“Zaman dulu itu betul-betul kompak kepengurusan, dari tingkat desa maupun kelurahan, kecamatan, sampai kabupaten. Rasanya itu betul-betul satu arah, satu pemikiran. Demi memenangkan Golkar,” ungkapnya.

Masih kata Pa Wi, para pengurus Golkar sekarang masing-masing ingin menonjolkan pribadi. Kemudian melupakan tokoh-tokoh senior, padahal tidak boleh melupakan sejarah. Artinya, para pengurus yang saat ini harus tetap meminta saran kepada yang tua (senior).

“Sekarang itu banyak pengurus yang masing-masing menonjolkan pribadi. Saya menyarankan, yang tua itu harus tetap diminta saran-saran dan pendapatnya,” tandasnya.(Crm)

Komentar

News Feed