Praktisi Hukum Ungkap Adanya Dugaan Mahar Pada Penggelembungan Suara

TransparanNews, KOTA BEKASI – Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada Pemilihan Anggota DPRD Kota Bekasi terus menerus menjadi sorotan masyarakat yang diduga terjadi penggelembungan suara pada beberapa Calon Legislatif (Caleg).

Hal tersebut terkuak pada wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, Diduga PPK Bekasi Timur dan beberapa Caleg melakukan kerjasama untuk menggelembungkan suara sehingga mampu meloloskan salah satu Caleg.

Melihat polemik yang terjadi pada wilayah Bekasi Timur, Praktisi Hukum ‘Intan Sari Geny, SH’ yang melihat perkembangan Pemilu 2024 di Kota Bekasi sangat diluar nalar.

Menurutnya, Ketua PPK dan jajarannya serta semua penyelenggara Pemilu patut diduga menerima hadiah yang mengakibatkan kerugian pada beberapa Caleg Partai

Berdasarkan laporan yang saya terima, Dugaan pertemuan ML dengan beberapa Caleg tersebut terlihat pada suara salah satu Partai pada Dapil I meningkat hingga mencapai 3.000 suara dan mampu menggeser kursi ke-2 milik Golkar.

Melihat kejadian ini, Intan mengingatkan kepada Penyelenggara Pemilu 2024 harus bersikap Jurdil (Jujur dan Adil) jangan sampai melakukan praktik penggelembungan suara demi kepentingan perorangan.

Hal ini akan menjadi sorotan secara tegas seluruh stack holder penegak hukum untuk mengeksekusi para pemain yang berani melakukan suap menyuap kepada penyelenggara Pemilu.

Jika kejadian ini bisa terbongkar pada PPK Bekasi Timur, Kemungkinan besar pada Kecamatan lainnya bisa terjadi hal yang sama, “Salah satu contoh bisa terjadi pada suara Caleg yang berbeda tipis dengan Caleg lainnya,” ujarnya

Sambungnya, PPK Bekasi Timur harus buka suara siapa saja yang berani melakukan suap menyuap untuk melaksanakan praktik penggelembungan suara. “Jangan sampai seluruh Partak politik yang menjadi korban suap menyuap penggelembungan suara memberontak,” tegasnya

“PPK Bekasi Timur ‘ML’ harus bersikap tegas dan membongkar secara terang menderang siapa yang bermain suap menyuap pada perubahan jumlah suara,” pungkasnya.(RED)

Komentar